LAPORAN KEGIATAN OPERASI GABUNGAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DIY DAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL DI WILAYAH PERBATASAN DALAM RANGKA PENEGAKAN PERDA DIY NO 2 TAHUN 2017 TENTANG TRANTIBUM TRANMAS.
Bahwa dalam upaya menindaklanjuti Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat khususnya berkaitan dengan Tertib Pendidikan maka Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan operasi pelajar di wilayah perbatasan dengan melibatkan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul khususnya bidang Penegakan Perda.
Selain itu dalam rangka mengantisipasi munculnya kejahatan jalanan (Klithih) di lingkungan sekolah-sekolah yang nota bene kejahatan jalanan yang terjadi saat ini dilakukan oleh kalangan remaja maka Tim Gabungan ini melakukan giat operasi pelajar di sekolah-sekolah dengan harapan anak-anak didik kita di perbatasan tidak terjerumus kearah Kejahatan jalanan.
Kegiatan Operasi gabungan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2022 pukul 09.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB dengan personil sejumlah 20 (duapuluh) orang dari Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan 6 (enam) orang dari Bidang Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul. Dalam hal ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penegakkan Peraturan daerah Kabupaten Gunungkidul dan Kepala Seksi Opsdal dan Kepala Seksi Pengamanan dan Pengawalan Satuan Polisi Pamong Praja daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun titik operasi tersebut ada di 2 (dua) titik yaitu SMK N 2 Gedangsari dan SMK N 1 Ngawen. Dalam operasi gabungan tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap tas bawaan siswa-siwa dan kendaraannya dengan tujuan memastikan tidak ada hal-hal yang dilarang yang dibawa oleh para siswa seperti senjata tajam, minuman keras, alat kontrasepsi, dan lain-lain.
Melalui kegiatan ini ada harapan agar adanya Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 dapat diketahui oleh masyarakat luas serta dapat benar-benar terimplementasi di kalangan pelajar yang merupakan asset negara yang harus kita lindungi.